Trimester kedua (minggu ke-13 hingga ke-27) sering disebut periode keemasan kehamilan. Mual-muntah biasanya sudah mereda, energi ibu pulih, dan janin mengalami percepatan penambahan berat badan serta pembentukan rangka tulang.

1. Mengapa Butuh Tambahan 300 Kalori per Hari?

Kemenkes RI menganjurkan penambahan energi sekitar 300 kkal per hari di trimester 2. Tambahan ini bukan berarti "makan untuk dua orang", melainkan setara dengan:

  • 1 mangkuk bubur kacang hijau dengan santan encer dan sebutir telur rebus, ATAU
  • 1 lembar roti gandum isi telur dadar matang dan segelas susu pasteurisasi, ATAU
  • 1 porsi pisang panggang keju plus kacang almond panggang.

2. Zat Besi Heme: Kunci Bebas Anemia di Trimester 2

Pada trimester kedua, volume darah ibu meningkat hingga 40–50%. Jika asupan zat besi kurang, kadar hemoglobin (Hb) dapat anjlok di bawah standar normal (11 g/dL). Konsumsi sumber zat besi terbaik:

  • Zat Besi Heme (Tingkat Absorpsi 20–30%): Hati ayam matang sempurna (1-2 kali seminggu), daging sapi tanpa lemak, dan ikan kembung lokal.
  • Zat Besi Non-Heme (Tingkat Absorpsi 3–8%): Bayam, daun kelor, tahu, dan tempe. Wajib dikombinasikan dengan sumber Vitamin C (jeruk, jambu biji, tomat) untuk melipatgandakan penyerapan zat besi.
  • Tablet Tambah Darah (TTD): Lanjutkan minum 1 butir TTD setiap malam sebelum tidur dengan air putih atau air jeruk.

3. Kalsium dan Vitamin D untuk Pertumbuhan Rangka Janin

Kebutuhan kalsium meningkat menjadi 1.200 mg/hari. Jika asupan kalsium dari makanan kurang, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang ibu untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Sumber kalsium utama:

  • Susu, yoghurt, dan keju pasteurisasi.
  • Ikan teri nasi kering, ikan kembung, dan sarden yang tulangnya empuk.
  • Tahu dan tempe yang diolah higienis.
  • Berjemur di bawah sinar matahari pagi 15 menit untuk mengaktifkan Vitamin D alami di kulit.