Memasuki trimester ketiga kehamilan, ibu hamil kerap merasakan sensasi perut mengencang dan kaku secara tiba-tiba. Kondisi ini sering kali menimbulkan keraguan: apakah ini tanda persalinan yang sesungguhnya, atau sekadar kontraksi palsu (Braxton Hicks)? Memahami perbedaannya sangat penting agar keluarga tahu kapan waktu yang tepat untuk berangkat ke fasilitas kesehatan.

Tabel Perbandingan: Kontraksi Asli vs Kontraksi Palsu

Karakteristik Kontraksi Palsu (Braxton Hicks) Kontraksi Asli Persalinan
Keteraturan Pola Tidak teratur, jeda waktu acak Sangat teratur, interval makin pendek (misal tiap 10 menit, lalu 5 menit)
Durasi Kontraksi Singkat (30 detik atau kurang), tidak bertambah lama Bertambah lama, berkisar antara 45 hingga 60 detik
Intensitas Rasa Sakit Ringan hingga sedang, tidak bertambah kuat seiring waktu Semakin lama semakin kuat, intens, dan tidak tertahankan
Lokasi Rasa Nyeri Hanya terasa di bagian depan perut atau selangkangan Dimulai dari punggung bagian bawah lalu melingkar kuat ke perut depan
Pengaruh Aktivitas / Istirahat Mereda atau hilang saat ibu berjalan, duduk tenang, atau mandi air hangat Tetap berlanjut dan semakin kuat meski ibu berganti posisi atau berbaring

Rumus 5-1-1: Kapan Harus Berangkat ke Rumah Sakit?

Tenaga kesehatan kebidanan menggunakan aturan praktis rumus 5-1-1 untuk menentukan fase aktif persalinan:

  • Kontraksi datang setiap 5 menit sekali secara teratur.
  • Setiap kontraksi berlangsung selama minimal 1 menit (60 detik).
  • Pola tersebut sudah berlangsung konsisten selama minimal 1 jam berturut-turut.

Jika pola 5-1-1 sudah terpenuhi, atau bila air ketuban sudah pecah sebelum kontraksi datang, segeralah meluncur ke fasilitas kesehatan bersalin pilihan Anda.